Sungai Cipamingkis Mengamuk, Jembatan di Sukamakmur Diterjang Arus Deras

0
Tangkapan layar detik-detik sungai Cipamingkis ngamuk. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Senin (4/5/2026) siang memicu amukan Sungai Cipamingkis di Kecamatan Sukamakmur.

Debit air yang meningkat drastis membuat aliran sungai meluap dan menerjang area sekitar, termasuk sebuah jembatan di Kampung Parakan Panjang, Desa Sukamakmur.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat hujan berintensitas tinggi turun cukup lama.

Arus sungai yang berubah ganas menghantam bagian jembatan, memunculkan kepanikan sekaligus perhatian warga.

Sejumlah masyarakat terlihat berkumpul di tepi sungai, menyaksikan derasnya aliran air dengan jarak aman.

Baca Juga :  Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional Fokus Pembaruan Standar dan Penguatan Ekosistem Profesi Advokat

Rekaman video kejadian tersebut pun beredar luas di masyarakat, memperlihatkan bagaimana kuatnya arus yang menggerus sisi jembatan. Meski demikian, struktur jembatan dilaporkan masih bertahan.

Kepala Desa Sukamakmur, H. Ujang Sunandar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi pemicu utama meluapnya Kali Cipamingkis di wilayahnya.

“Sekitar pukul dua siang hujan turun sangat deras dan berlangsung cukup lama. Hingga saat ini hujan masih terjadi, sehingga debit air sungai meningkat dan meluap,” ujarnya.

Baca Juga :  Cabup Bogor Rudy Susmanto Sapa Warga Sukaraja dan Babakan Madang, Targetkan Kemenangan 80 Persen

Ia memastikan, meskipun jembatan sempat diterjang arus, tidak terjadi kerusakan fatal. Struktur utama masih berdiri, meski bagian tertentu mengalami gerusan akibat derasnya aliran air.

“Alhamdulillah jembatan tidak hanyut dan tidak roboh, hanya sempat tergerus arus yang cukup kuat,” katanya.

Sementara itu, aparat desa bersama perangkat wilayah terus melakukan pendataan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan. Hingga saat ini, belum ditemukan rumah warga yang terdampak langsung oleh luapan air, namun sejumlah warga dilaporkan berada dalam kondisi rawan.

Baca Juga :  Wahyudi Chaniago Turun Gunung, KNPI Bogor Bagikan Takjil untuk Masyarakat

“Pendataan masih dilakukan oleh RT dan RW. Untuk sementara belum ada rumah yang terdampak langsung, tetapi ada beberapa warga yang posisinya terancam,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, debit air dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Seluruh unsur desa juga disiagakan guna memantau perkembangan situasi di lapangan.