
NARASITODAY.COM,JAKARTA – Pemerintah Australia secara resmi menggelar Simposium TNE CONNECT pada 25-26 Mei 2026. Forum strategis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk mendorong kolaborasi pendidikan transnasional (Transnational Education/TNE) yang lebih masif antara institusi pendidikan tinggi terkemuka dari Australia dan Indonesia.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, pada Senin (25/5/2026). Dalam pidato pembukaannya, Kamath menegaskan signifikansi historis dan visi masa depan dari kerja sama akademis kedua negara bertetangga ini.
“Australia berkomitmen untuk memperdalam hubungan pendidikan kami dengan Indonesia. TNE CONNECT dibangun di atas hubungan kuat yang telah terjalin dengan tiga universitas Australia yang telah mengoperasikan kampus cabang di Indonesia serta lebih dari 25.000 warga Indonesia yang menempuh pendidikan di Australia pada tahun lalu,” kata Gita Kamath menekankan eratnya ikatan emosional dan intelektual yang telah terbangun.
Investasi Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kemitraan
Sesi pleno pembukaan simposium menghadirkan para pakar dan pembuat kebijakan papan atas. Di antaranya adalah Australia’s Business Champion for Indonesia, Profesor Jennifer Westacott AC, yang bersanding dengan Profesor Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D, selaku Tenaga Ahli untuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, serta Profesor Greg Barton yang menjabat sebagai Rektor Deakin University Lancaster University Indonesia.
Dalam pemaparannya, Profesor Westacott menggarisbawahi bahwa model pendidikan transnasional bukan sekadar urusan pertukaran mahasiswa biasa, melainkan pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.
“Kerja sama pendidikan transnasional sangat penting untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas tinggi bagi mahasiswa Australia dan Indonesia, serta penting untuk mendukung investasi sumber daya manusia dan produktivitas di kedua negara kita,” ujar Profesor Westacott.
Menjembatani Kampus, Riset, dan Kebutuhan Industri
Suasana ruang simposium menjadi saksi hidup bertemunya ide-ide segar. Lebih dari 30 institusi pendidikan tinggi dari penjuru Australia dan Indonesia memadati agenda TNE CONNECT. Mereka menyimak dengan saksama paparan dari para pejabat pemerintah kedua negara serta perwakilan universitas yang telah berpengalaman, mengupas formula terbaik dalam membangun kemitraan TNE yang kokoh dan berkelanjutan.
Sepanjang dua hari pelaksanaannya, pertemuan puncak ini bergerak dinamis melampaui batas ruang kelas konvensional. Para delegasi mengeksplorasi secara mendalam bagaimana integrasi TNE mampu melahirkan kolaborasi akademik dan riset yang lebih berdampak luas.
Lebih dari itu, diskusi intensif juga diarahkan untuk merancang kurikulum yang adaptif, mampu mendukung peluang kerja lulusan, serta menjawab langsung kebutuhan nyata dunia industri global saat ini.
Inisiatif besar ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Pemerintah Australia, yang disalurkan melalui program strategis Kemitraan Pemerintah Asia Tenggara dan Australia (South East Asia Australia Government Partnership). Langkah ini diharapkan menjadi jangkar baru bagi diplomasi pendidikan di kawasan.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id













