Badan Gizi Nasional Luncurkan Aplikasi “Reviu MBG” untuk Pengawasan Real-Time Program Makan Bergizi Gratis

0
MBG
Ilustrasi opreng MBG.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan terobosan digital berupa aplikasi bernama “Reviu MBG” pada Senin (26/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai sistem kendali mutu untuk memperkuat pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung (real-time) langsung dari piring para penerima manfaat di lapangan.

Kehadiran aplikasi ini dirancang khusus untuk memompa tingkat kesadaran, kedisiplinan, serta standar kualitas layanan dari seluruh ekosistem pelaksana. Mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengawas gizi, hingga mitra penyedia makanan di berbagai pelosok daerah kini berada di bawah radar pengawasan digital.

Melansir informasi resmi dari laman BGN, sistem penilaian ini sengaja memotong jalur birokrasi yang kaku dengan cara melibatkan langsung para perwakilan penerima manfaat di lapangan.

“Pagi ini kita meluncurkan sebuah aplikasi namanya Reviu MBG. Aplikasi ini bertujuan meningkatkan awareness dan perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh SPPG, pengawas gizi, dan mitra,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, dalam peluncuran resmi tersebut.

Dalam roda pelaksanaannya, BGN menunjuk penanggung jawab atau Person In Charge (PIC) dari masing-masing titik destinasi bantuan untuk mengoperasikan aplikasi ini. Mereka adalah garda depan yang bersentuhan langsung dengan program, seperti guru sekolah, kepala posyandu, hingga pengurus pondok pesantren.

Baca Juga :  Perjuangan Petani Kepiting Bulu Menghadapi Musim Panas Terpanas Sejak 1961

Para PIC ini mengemban tugas penting layaknya “kritikus makanan”. Begitu kotak makanan tiba, mereka harus langsung membuka aplikasi dan memberikan penilaian objektif berdasarkan empat indikator utama: ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, kualitas rasa, serta variasi menu dibandingkan dengan hari sebelumnya.

“Ketika makanan datang, langsung dinilai apakah tepat waktu atau tidak, aromanya baik atau tidak, rasanya sesuai atau tidak, dan apakah menunya variatif dibanding hari sebelumnya,” jelas Sony menjabarkan teknis pengisian aplikasi.

Sony menambahkan, pola penilaian instan ini sengaja diterapkan agar proses evaluasi berjalan sangat cepat, presisi, dan terhindar dari bias data. Nantinya, akumulasi rapor dari aplikasi ini akan dikonversi menjadi indikator evaluasi atau Key Performance Indicator (KPI) bagi masing-masing SPPG di tiap wilayah.

Melalui transparansi berbasis digital ini, BGN berharap para pelaksana tidak main-main dalam menyajikan hidangan.

“Dengan adanya penilaian ini, kami berharap awareness seluruh pelaksana semakin meningkat sehingga kejadian-kejadian menonjol terkait konsumsi MBG tidak terulang kembali,” tegas Sony.

Baca Juga :  50 Penjamah Dapur MBG Campaka Discreening Total, dari TB hingga Buta Warna

Meski fungsi pengawasan ini terkesan ketat, BGN memilih pendekatan yang humanis dan edukatif pada fase awal implementasi. Sony menegaskan bahwa rapor merah pada aplikasiReviu MBG” untuk saat ini belum akan dijadikan dasar hukum untuk menjatuhkan sanksi atau pemutusan kemitraan terhadap SPPG. Fokus utama kementerian saat ini adalah menumbuhkan budaya disiplin secara organik.

“Belum ada sanksi. Saat ini fokusnya awareness dulu. Kalau awareness sudah meningkat, diharapkan tidak perlu sampai ada sanksi,” ujarnya meluruskan kekhawatiran para mitra pelaksana.

BGN juga mengonfirmasi bahwa operasional aplikasi ini bersifat internal dan mandiri, sehingga belum melibatkan lembaga eksternal seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal itu dikarenakan penilaian yang dilakukan murni berupa impresi dan kualitas fisik makanan secara langsung saat diterima.

Sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik, BGN saat ini tengah merampungkan pembuatan dashboard pemantauan digital. Layar pantau ini nantinya bisa diakses bebas oleh seluruh lapisan masyarakat guna melihat grafik kinerja distribusi pangan di daerah mereka.

“Insya Allah dua minggu ke depan masyarakat sudah bisa melihat persentase keterlambatan, persentase aroma baik atau tidak baik melalui dashboard,” pungkas Sony optimis.

Baca Juga :  Xi Jinping Beri Peringatan Tegas kepada Donald Trump tentang Isu Taiwan

Panduan Fitur dan Matriks Aplikasi Reviu MBG

Untuk memahami alur kerja dan peta arah dari aplikasi baru ini, berikut adalah rincian indikator serta tujuan program yang dirilis oleh BGN:

Tabel 1. Fitur Penilaian dalam Aplikasi Reviu MBG

Aspek Penilaian Keterangan Parameter Teknis
Ketepatan Distribusi Menilai ketepatan jam kedatangan makanan di lokasi penerima manfaat.
Aroma Makanan Menilai kondisi kesegaran, kelayakan, dan keharuman aroma hidangan.
Rasa Makanan Menilai kualitas kelezatan dan kelayakan rasa makanan saat dikonsumsi.
Variasi Menu Membandingkan keberagaman jenis lauk-pauk dengan menu hari sebelumnya agar tidak monoton.

Tabel 2. Empat Pilar Tujuan Peluncuran Aplikasi Reviu MBG

Tujuan Utama Penjelasan Akselerasi Lapangan
Pengawasan Real-Time Memotong birokrasi laporan dengan memantau kualitas makanan secara langsung pada menit kedatangan.
Meningkatkan Awareness Membangun mentalitas disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi bagi para pelaksana MBG.
Evaluasi Kinerja SPPG Menjadi barometer objektif penentu nilai KPI (Key Performance Indicator) setiap satuan penyedia.
Transparansi Publik Menyediakan dashboard digital agar kualitas dan ketepatan MBG bisa dikontrol langsung oleh masyarakat luas.

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id