India Kecam Serangan terhadap Kapal Tanker di Teluk Oman, Tiga Warganya Dilaporkan Hilang

0
kapal tanker
Ilustrasi bendera india. Foto : Istock

NARASITODAY.COM,NEW DELHI – Ruang mesin kapal tanker MT Settebello seketika berubah menjadi neraka besi ketika sebuah rudal menghantam lambungnya dengan telak di lepas pantai Oman, Rabu (10/6/2026). Di tengah laut lepas yang berjarak 20 mil dari timur laut Sohar, jerit panik puluhan pelaut asal India memecah kesunyian Teluk Oman saat kapal berbendera Palau itu mulai mengirimkan sinyal darurat (SOS).

Insiden berdarah di jalur nadi perdagangan energi dunia ini langsung memicu kemarahan besar dari New Delhi. Kementerian Luar Negeri India mengutuk keras aksi penyerangan brutal oleh militer Amerika Serikat (AS) tersebut dan mendesak penurunan ketegangan yang segera di kawasan panas tersebut.

Sebagai bentuk konfrontasi diplomatik yang tegas, pemerintah India langsung memanggil Kuasa Usaha AS, Jason Meeks, ke kantor kementerian guna melayangkan protes keras. Hubungan kedua negara pun dilaporkan menegang, terutama setelah tiga orang kru kapal asal India dinyatakan hilang secara misterius pasca-ledakan.

Baca Juga :  Majelis Hakim PN Cianjur Vonis Babeh 6 Bulan Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan JPU

Nestapa Awak Kapal di Pusaran Konflik Global

Di balik ketegangan politik antarnegara, ada kecemasan mendalam dari keluarga para pelaut yang nasibnya terombang-ambing di lautan. Dari puluhan kru yang berada di atas kapal yang sedianya menuju ke Fujairah, Uni Emirat Arab ini, sebagian besar berhasil diselamatkan dari maut, namun sisanya masih dalam pencarian.

“Kami mengutuk serangan terhadap kapal komersial Settebello di lepas pantai Oman awal hari ini. Dari 24 awak India di atas kapal, 21 warga India telah diselamatkan sejauh ini dan tiga warga India dilaporkan hilang,” tegas pihak Kementerian Luar Negeri India dalam keterangan resminya.

New Delhi menilai, serangan fajar ini bukan sekadar insiden militer biasa, melainkan cerminan dari situasi Timur Tengah yang kian tak terkendali. Para pelaut sipil kini menjadi korban tak bersalah dari ego perang yang berkecamuk.

Baca Juga :  Resmi Bertugas Sebagai Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri Punya Tiga Tugas Prioritas dari Pj. Gubernur Jawa Barat

“Insiden serangan yang terus berlanjut terhadap pengiriman di wilayah tersebut sangat mengkhawatirkan dan merupakan dampak langsung dari konflik yang sedang berlangsung di kawasan itu,” tambah pihak kementerian dalam pernyataan tertulisnya.

Saat ini, Kedutaan Besar India di Oman tengah bergerak cepat di lapangan, melakukan koordinasi darurat dengan otoritas Oman untuk menyisir perairan demi menemukan tiga pelaut yang hilang.

Dalih Washington dan Laut yang Mematikan

Aksi penyerangan ini menjadi potret kelam kedua dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Pada Senin lalu, kapal tanker MT Marivex yang juga berawak warga India, dibombardir secara brutal oleh pasukan AS di selatan Selat Hormuz.

Baca Juga :  Rudal Jarak Jauh Iran Sasar Diego Garcia, Jangkauan Ancaman Kini Tembus Jantung Eropa

Merespons kecaman yang mengalir, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) akhirnya membuka suara. Lewat sebuah unggahan di akun resmi X milik mereka, Washington berdalih bahwa kapal tanker tersebut sengaja ditargetkan di perairan internasional karena terdeteksi melakukan pergerakan ilegal.

Kapal tersebut mencoba berlayar ke pelabuhan Iran,” tulis Komando Pusat AS.

Kini, Selat Hormuz yang biasanya dilewati oleh seperlima pasokan energi dunia telah bertransformasi menjadi koridor maut yang mematikan bagi pelayaran komersial.

Blokade laut tandingan yang diterapkan Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran sebagai respons atas penutupan selat oleh Teheran pasca-serangan gabungan AS-Israel awal tahun ini telah mengubah jalur dagang damai ini menjadi medan perang terbuka yang menumbalkan para pelaut sipil.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com