
NARASITODAY.COM, NEW YORK – Piala Dunia 2026 resmi mengukir sejarah baru. Berbeda total dengan edisi-edisi sebelumnya, turnamen tahun ini menghadirkan format megah dengan melibatkan 48 negara peserta. Perubahan masif ini mengubah peta persaingan secara dramatis yaitu dibabak gugur tidak lagi dimulai dari 16 besar, melainkan sejak babak 32 besar.
Di tengah ketatnya persaingan, sebagian besar tim mapan memang telah mengamankan tiket kelolosan. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti bagan pertandingan karena penentuan lawan di fase knockout masih harus menunggu hasil laga terakhir di fase grup.
Nafas Kedua Bagi Peringkat Ketiga
Format baru ini membagi 48 kontestan ke dalam 12 grup, di mana masing-masing grup dihuni oleh empat tim. Untuk bisa menembus babak 32 besar, regulasi menetapkan kuota kelolosan bagi:
- 12 juara grup
- 12 runner-up grup
- 8 tim peringkat ketiga terbaik
“Artinya, finis di posisi ketiga grup tidak lagi otomatis membuat sebuah tim tersingkir.”
Aturan ini menjadi angin segar sekaligus pemantik drama di lapangan. Delapan tim peringkat ketiga dengan performa terbaik tetap berhak melanjutkan mimpi mereka. Sistem baru ini sukses membuat pertandingan terakhir fase grup menjadi jauh lebih krusial dan bernilai tinggi, karena hampir seluruh tim kini memiliki nafas kedua dan peluang untuk lolos.
Di balik kalkulasi angka, terselip sebuah romansa sepak bola yang paling dinantikan sejagat raya pada bagan fase gugur kali ini. Argentina diproyeksikan akan menantang runner-up Grup H di babak 32 besar. Jika La Albiceleste mulus melangkah ke perempat final, mereka berpeluang dihadang oleh Kolombia.
Jika skenario itu berjalan sempurna, babak semifinal berpotensi menyajikan duel megah yang bisa menguras emosi publik dunia yaitu Argentina vs Portugal. Ini bukan sekadar laga perebutan tiket final, melainkan potensi panggung terakhir bagi dua megabintang terbesar abad ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, di panggung Piala Dunia.
Sementara itu, raksasa Eropa lainnya juga bersiap saling sikut. Inggris diperkirakan akan bertemu Meksiko di babak 16 besar sebelum berpotensi menantang Brasil di perempat final. Di blok lain, Spanyol juga berada di jalur yang sama dengan Prancis, membuka peluang duel klasik di babak semifinal.
Jadwal Sementara Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Hingga fase grup benar-benar tuntas, bagan pertandingan masih bersifat dinamis. Berikut adalah jadwal sementara pertandingan babak 32 besar yang sudah terbentuk maupun yang masih menunggu hasil akhir klasemen:
- 28 Juni: Afrika Selatan vs Kanada
- 29 Juni: Brasil vs Runner-up Grup F
- 29 Juni: Jerman vs Peringkat Ketiga Grup A/B/C/D/F
- 29 Juni: Juara Grup F vs Maroko
- 30 Juni: Runner-up Grup E vs Runner-up Grup I
- 30 Juni: Juara Grup I vs Peringkat Ketiga Grup C/D/F/G/H
- 30 Juni: Meksiko vs Peringkat Ketiga Grup C/E/F/H/I
- 1 Juli: Juara Grup L vs Peringkat Ketiga Grup E/H/I/J/K
- 1 Juli: Juara Grup G vs Peringkat Ketiga Grup A/H/I/J
- 1 Juli: Amerika Serikat vs Peringkat Ketiga Grup B/I
- 2 Juli: Juara Grup H vs Runner-up Grup J
- 2 Juli: Runner-up Grup K vs Runner-up Grup L
- 2 Juli: Swiss vs Peringkat Ketiga Grup E/F/G/I/J
- 3 Juli: Runner-up Grup D vs Runner-up Grup G
- 3 Juli: Argentina vs Runner-up Grup H
- 3 Juli: Juara Grup K vs Peringkat Ketiga Grup D/E/I/J/L.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id













