Pemkab Bogor Siapkan Sumur Dalam untuk Atasi Krisis Air Bersih di SDN 05 Lulut

0
Bogor
Tugu PANCAKARSA BOGOR.Foto : dok.Diskominfo Kabupaten Bogor

NARASITTODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan langkah penanganan untuk mengatasi krisis air bersih di SD Negeri 05 Lulut, Kecamatan Klapanunggal. Persoalan tersebut menjadi perhatian setelah hasil peninjauan menunjukkan fasilitas sanitasi sekolah tidak dapat berfungsi optimal akibat keterbatasan pasokan air.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan pengeboran sumur dalam sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sekolah tersebut.

“Yang menjadi skala prioritas saat ini adalah ketersediaan air bersih. Sekolah ini hanya memiliki empat toilet, namun seluruhnya tidak dapat digunakan karena tidak ada pasokan air. Ketika semangat anak-anak untuk bersekolah sangat tinggi, sementara infrastruktur pendidikannya masih terbatas, di situlah pemerintah harus hadir dan bergerak cepat,” ujar Rudy.

Baca Juga :  Radien dan Mimpi Besar dari Ruang Kecil

Menurut Rudy, penanganan SD Negeri 05 Lulut dilakukan setelah pemerintah melihat langsung kondisi sekolah melalui program Kami Mendengar. Program tersebut menjadi sarana pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan segera.

Selain masalah air bersih, Rudy menyebut sekolah tersebut juga menghadapi keterbatasan ruang kelas. Dengan jumlah siswa lebih dari 300 orang dan enam rombongan belajar, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan dalam dua sesi.

Berdasarkan kajian teknis, sumber air di lokasi sekolah berada pada kedalaman sekitar 80 hingga 100 meter. Karena itu, Pemkab Bogor akan melakukan pengeboran sumur dalam untuk memastikan kebutuhan air sekolah dapat terpenuhi.

“Insyaallah mulai minggu depan kami langsung melakukan pengeboran sumur. Kami juga telah berkoordinasi dengan Disperkim untuk mempercepat pelaksanaannya,” kata Rudy.

Baca Juga :  Resep Chicken Katsu Saus Jeruk, Makan Ayam Jadi Gak Membosankan

Sambil menunggu pembangunan fasilitas air bersih selesai, pemerintah daerah menyiapkan langkah sementara dengan mengerahkan mobil tangki air dan toilet bergerak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Upaya tersebut dilakukan agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan.

Rudy menjelaskan, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di SD Negeri 05 Lulut. Sejumlah sekolah dan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bogor juga menghadapi kendala serupa akibat musim kemarau. Namun, sekolah di Desa Lulut menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan karena kebutuhan air bersih sudah mendesak.

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, Pemkab Bogor juga mendorong keterlibatan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyelesaian sejumlah kebutuhan fasilitas pendidikan.

Baca Juga :  Ajarkan Anak Mengenal Kebutuhan vs Keinginan dengan 5 Langkah Mudah Ini

“Melalui Program Kami Mendengar, kami ingin persoalan yang ditemukan di lapangan tidak berhenti menjadi laporan, tetapi langsung ditindaklanjuti bersama. Ada yang siap membantu pembangunan toilet, ada yang mendukung perluasan lahan, dan ada yang berkontribusi melalui program CSR. Membangun Kabupaten Bogor adalah tanggung jawab bersama, karena kekuatan terbesar kita adalah masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy.

Pemkab Bogor menargetkan penanganan fasilitas dasar di SD Negeri 05 Lulut dapat segera dilakukan agar kegiatan pendidikan berlangsung lebih nyaman dan mendukung kualitas layanan bagi para siswa.***

Editor : Alysa

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor