Umbara Gelar Aksi Bela Palestina, Mengecam Kebiadaban Israel

0

NARASITODAY.COM- Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara) gelar aksi bela palestina di halaman gedung kampus Umbara Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Ratusan mahasiswa dan pelajar bersama sivitas akademika Umbara berkumpul penuh semangat menyerukan untuk kemerdekaan Palestina.

Dalam orasinya para sivitas akademika Umbara memberikan semangat kepada para pejuang yang membela Palestina dan mendorong masyarakat memboikot produk Israel.

Tak hanya itu, aksi solidaritas yang dilakukan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah tersebut menyatakan sikap tegas, dengan mengutuk keras Israel atas agresi dan serangan militer yang sangat tidak proporsional.

Seperti penangkapan massal terhadap warga sipil Palestina, perusakan berbagai fasilitas umum, utamanya fasilitas kesehatan, serta blokade bantuan kemanusiaan.

“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kita mengancam kebiadaban Israel, kita lanjutkan boikot prodak Israel,” kata Rektor Umbara Dr. H. Edi Sukardi. Selasa 7 Mei 2024.

Dia menyebut, banyak warga gaza yang sengsara saat ini, yang mana setiap harinya mereka harus berhadapan dengan kekejaman zionis Israel.

“Hal ini dilakukan bagian daripada solidaritas Muhammadiyah dalam perjuangan Palestina untuk merdeka,” ujarnya.

Baca Juga :  PJ Bupati Minta Inspektorat Lakukan Pengecekan Pembangunan Jembatan Cidangdeur Yang Ambrol

Aksi tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia untuk menyuarakan dukungan kepada Palestina.

Dia berharap kepada seluruh mahasiswa di belahan dunia agar turut membela Palestina untuk kemerdekaan dan juga mengutuk Israel yang melakukan genosida kepada Palestina

Sementara dalam isi surat dari pimpinan pusat Muhammadiyah, bahwa hampir satu abad konflik Israel-Palestina tidak kunjung berujung. Hal ini tidak lepas dari misi Zionis Israel untuk menguasai tanah Palestina.

Berbagai serangan, penindasan, pengusiran, dan pembunuhan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini, agresi dan serangan militer Israel terhadap warga Palestina merupakan serangan yang paling keji, biadab, dan brutal dalam sejarah
konflik Israel dan Palestina.

Korban terbunuh telah mencapai hampir 35.000 orang dan terluka mencapai lebih dari 77.867 orang, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Bahkan saat ini, sebagian besar jalur Gaza telah menjadi puing-puing. Pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan ke Palestina diawasi dan dibatasi secara ketat oleh tentara Israel, sehingga kelaparan menjadi pemandangan yang sangat memilukan.

Baca Juga :  Seorang Bocah Pengemudi Sepeda Motor Tewas Usai Lakalantas di Cibungbulang 

Ironisnya, tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina justru mendapat pembiaran dan dukungan dari negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Menyikapi hal tersebut, Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah menyatakan sikap tegasnya sebagai berikut:

Mengapresiasi sebesar-besarnya dukungan mahasiswa, dosen, dan guru besar di seluruh dunia yang sudah berani menyuarakan hati nurani dan akal sehatnya
menolak kejahatan genocide Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Mengecam keras sikap Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negara negara serta pihak-pihak lainnya yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangan terhadap Palestina.

Meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel dan Palestina.

Mendukung Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) mengadili Benjamin Netanyahu dan tokoh-tokoh Israel lainnya yang terlibat dalam genocide warga Palestina.

Mengecam Organisasi Kerja Sama Islam, Rabithah Alam Islami, dan negara negara Arab yang bersikap lemah dan cenderung membiarkan Israel secara leluasa melakukan penyerangan dan pembunuhan hanya untuk kepentingan dalam negeri mereka sendiri.

Baca Juga :  Tak Kapok, Residivis Curanmor Nyaris Diamuk Massa

Mengapresiasi atas konsistensi dan keberanian Menteri Luar Negeri RI dalam berbagai forum dunia untuk terus membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina, menolak kejahatan Israel, serta mengkritik keras kemunafikan Barat
dalam kasus konflik Israel-Palestina.

Meminta kepada Pemerintah Indonesia, untuk tidak berpikir sedikit pun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara agresor dan pelaku genocide, Israel.

Atas nama hak asasi manusia dan amanat Konstitusi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan berkeadilan, serta aspek historis relasi Palestina dan Indonesia melalui Prof. Kahar Muzakir (Muhammadiyah), kami meminta agar Pemerintah Indonesia memperkuat jalinan diplomasi dengan negara-negara lain untuk mewujudkan lahirnya negara Palestina
yang merdeka dan berdaulat.

Mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina, dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina.***