Skandal Beras Oplosan, Aprindo Pastikan Harga Beras Premium Dikoreksi dari Produsen

0
Beras
Ilustrasi Beras (istock)

NARASITODAY.COM – Di tengah sorotan publik terkait temuan beras oplosan yang tidak sesuai mutu dan volume di sejumlah ritel modern, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengumumkan adanya penyesuaian harga beras premium. Penurunan harga sebesar Rp1.000 per kemasan 5 kilogram dilakukan sebagai bentuk kompensasi dari pihak produsen.

“Sejak kemarin para produsen sudah membuat surat kepada kita untuk menurunkan harga jual yang dari Rp74.500 itu turun Rp1.000 per 5 kg. Jadi turun Rp200 per kg,” ujar Ketua Umum Aprindo, Solihin, saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Dengan penyesuaian tersebut, harga beras premium di ritel modern kini menjadi Rp73.500 per 5 kg. Solihin menegaskan bahwa penurunan ini bukan berasal dari margin ritel, melainkan merupakan rafaksi atau potongan harga dari produsen.

Baca Juga :  Pemilu di Kecamatan Nanggung Terpantau Kondusif  Suara Prabowo Gibran di Perkirakan Akan Unggul

“Ini Rp1.000 dikurangin artinya bukan berarti kita menurunkan margin, karena itu ditanggung oleh produsen. Rafaksi ya,” jelasnya.

Solihin menambahkan bahwa nilai rafaksi tersebut akan diklaim oleh ritel kepada pihak produsen sesuai jumlah produk yang terjual.

Rafaksi itu adalah senilai berapa yang kita jual dikali Rp1.000 itu kita perhitungkan untuk kita klaim kepada prinsipal atau produsen,” katanya.

Penyesuaian harga ini terjadi di tengah polemik beras oplosan yang dijual di ritel modern dan diduga tidak memenuhi standar mutu premium. Menanggapi hal tersebut, Solihin menegaskan bahwa ritel hanya bertindak sebagai penjual, bukan produsen.

“Peritel adalah yang menjual barang akhir kepada konsumen. Tidak memproduksi, inget ya. Anggota saya Aprindo tidak memproduksi barang yang dimaksud,” tegasnya.

Baca Juga :  Peritel Bahan Bakar Milik Negara India Kembali Naikkan Harga Diesel dan Bensin di Bulan Mei 2026

Ia menjelaskan bahwa seluruh pembelian dilakukan berdasarkan kontrak yang menyatakan bahwa produk yang dibeli adalah beras jenis premium.

“Karena dalam kontrak kerja kita kepada pemasok itu adalah jelas, yang kita beli adalah beras jenis premium,” ucap Solihin.

Untuk mencegah kejadian serupa, Aprindo telah meminta seluruh pemasok membuat surat pernyataan bahwa beras yang disuplai adalah beras premium.

“Surat pernyataan dari supplier terhadap kepastian produk yang disuplai kalau kita premium, kita dagangkan. Kalau ada supplier yang tidak membuat surat pernyataan, saya hilangkan dari display,” tegasnya.

Solihin juga mengakui bahwa ritel tidak memiliki kemampuan teknis untuk memverifikasi kualitas beras secara langsung. Oleh karena itu, ia berencana melibatkan konsultan independen untuk melakukan pengecekan acak terhadap produk yang dijual.

Baca Juga :  Krisjiana Baharudin Kecewa Atau Bersyukur? Reaksi Tak Terduga Saat Tahu Anak Kedua Perempuan

“Kita sudah sepakat nanti kita akan coba cari konsultan yang secara random bisa mengecek beras yang ada di ritel,” katanya.

Terkait kemungkinan penarikan produk dari pasaran, Aprindo akan menunggu arahan dari otoritas terkait. Namun, jika terbukti tidak sesuai mutu, pihaknya siap bertindak cepat.

“Kalau sudah terbukti tak sesuai mutu, itu akan ditarik dari pasaran. Wah, kita akan turun paling pertama,” tegas Solihin.

Meski ada penyesuaian harga, Solihin menilai tidak ada dampak signifikan terhadap minat beli masyarakat.

“Enggak lah, dampak dari mana kita? Beras, orang tiap hari makan beras,” pungkasnya.***