Gubernur DKI Jakarta dan DPRD DKI Kompak Perjuangkan Perlindungan Hewan lewat Larangan Daging

0
daging
Ilustrasi Kucing dan anjing. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyusun regulasi baru yang akan melarang konsumsi dan perdagangan daging anjing serta kucing di wilayah Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk menerbitkan peraturan gubernur (pergub) terkait hal tersebut, menyusul audiensi dengan Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) di Balai Kota Jakarta.

“Ada permintaan untuk membuat pergub mengenai dog meat free. Jadi daging anjing tidak untuk dikonsumsi di Jakarta. Secara prinsip saya menyetujui,” ujar Pramono, Senin (13/10/2025).

Baca Juga :  Pemerintah Fokus pada Perlindungan Anak dari Konten Negatif di Internet

Ia menargetkan pergub ini rampung dalam waktu satu bulan dan membuka kemungkinan pembentukan peraturan daerah (perda) jika diperlukan. Menurutnya, pembahasan akan dilakukan bersama DPRD DKI, termasuk dengan anggota dewan yang peduli terhadap isu perlindungan hewan.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin. “Sangat setuju ada rencana pergub dimaksud,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga :  Dugaan Indisipliner Oknum Guru, SMP di Warungkondang Jadi Sorotan Warga

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, juga menyambut baik kebijakan ini. Ia menilai aturan tersebut memberikan rasa aman bagi umat Muslim dalam memilih daging hewan untuk konsumsi.

“Tentunya saya mengapresiasi aturan tersebut karena membuat kami para umat Muslim di DKI merasa lebih secure bila membeli daging hewan untuk dikonsumsi,” jelas Rani.

Rani juga menyoroti kemungkinan masih adanya praktik perdagangan daging anjing dan kucing di Jakarta oleh kelompok tertentu, meski tidak menyebut secara spesifik. Ia menambahkan, “Menurut saya kedua hewan tersebut adalah hewan peliharaan yang biasanya dekat dengan kita dan keluarga dalam kesehariannya. Jadi sebaiknya menjadi teman keluarga aja, jangan untuk dikonsumsi. Karena mereka kan lucu masa tega sih dimakan.”

Baca Juga :  Mengapa Alergi Semakin Parah di Malam Hari? Ini 5 Penyebab Utamanya

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan terhadap hewan peliharaan dan menciptakan lingkungan konsumsi yang lebih aman dan beretika di Jakarta.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com