Krisis Kepercayaan Investor dan Utang AS Jadi Penyebab Potensi Guncangan Besar

0
utang
Ilustrasi bendera amerika serikat. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap kondisi Amerika Serikat (AS). Dalam wawancara yang dikutip oleh Fortune pada Jumat, 17 Oktober 2025, Dalio menyebut bahwa kombinasi antara lonjakan utang nasional dan perpecahan politik dapat membawa AS ke dalam krisis serius.

Dalio mengkhawatirkan skenario di mana jumlah utang yang harus dijual oleh pemerintah AS melebihi minat pasar untuk membelinya. Ia menyoroti rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang kini mencapai sekitar 125%, dan memperingatkan bahwa kondisi ini bisa memicu “bom utang jika investor mulai kehilangan kepercayaan. “Ketika utang dan layanan utang relatif terhadap pendapatan Anda, itu seperti plak di arteri yang kemudian mulai menekan pengeluaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Mantan Komandan IRGC Tuduh Arab Saudi Miliki Senjata Nuklir, AS dan Israel Disebut Mengetahui

Kondisi tersebut, menurut Dalio, akan memaksa pembeli utang menuntut premi lebih tinggi untuk imbal hasil, atau bahkan menarik diri dari pasar sama sekali. Ia menyebut bahwa rekan-rekannya seperti Jamie Dimon dan Jerome Powell juga menyuarakan kekhawatiran serupa.

Selain ancaman ekonomi, Dalio juga menyoroti konflik internal yang semakin tajam di AS. Ia mengutip survei Gallup yang menunjukkan bahwa 80% warga Amerika percaya negara mereka sangat terpecah dalam isu-isu utama.

Baca Juga :  Di Era Arif Suhartono, Pelindo Bukukan Laba Cemerlang hingga Awal 2026

“Kami berada dalam peperangan. Ada perang finansial, perang uang. Ada perang teknologi, ada perang geopolitik, dan ada lebih banyak perang militer,” katanya. Ia menambahkan, “Kita memiliki semacam perang sipil yang berkembang di AS dan di tempat lain, di mana ada perbedaan yang tidak dapat didamaikan”.

Peringatan Dalio bukanlah hal baru. Pada tahun 2023, ia telah menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga meningkat hingga 50% setelah invasi Rusia ke Ukraina dan konflik Israel-Hamas. Ia juga dikenal sebagai sosok yang telah memperingatkan risiko sistemik sebelum krisis keuangan global 2008.

Baca Juga :  Kesenjangan Ekonomi di Nigeria Terlihat Jelas Melalui Klub-Klub Mewah Lagos yang Eksklusif

Dalam menghadapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Dalio menekankan pentingnya belajar dari sejarah. “Kapan pun ada hal-hal yang datang yang belum pernah saya lihat sebelumnya, saya benar-benar perlu memahami apakah hal itu terjadi dalam sejarah sehingga saya dapat memahami mekanismenya,” ujarnya.

Ia juga membagikan prinsip pribadinya tentang kekhawatiran: “Saya punya prinsip, jika Anda khawatir, Anda tidak perlu khawatir. Dan jika Anda tidak khawatir, Anda perlu khawatir. Jika Anda khawatir, maka Anda akan mengurus apa yang Anda khawatirkan dan [mencegahnya] terjadi,” tegasnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com