NARASITODAY.COM, BEIJING – Pemerintah China mengumumkan peluncuran penyelidikan terhadap sembilan petinggi militer, termasuk Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) He Weidong dan mantan kepala departemen kerja politik militer Miao Hua, pada Jumat, 17 Oktober 2025. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye antikorupsi yang terus digalakkan oleh Presiden Xi Jinping.
He Weidong, yang merupakan jenderal nomor dua di China dan telah lama tidak muncul di publik sejak Maret, menjadi sorotan utama dalam penyelidikan ini. Menurut Kementerian Pertahanan, para pejabat tersebut diduga melakukan pelanggaran serius terkait penyalahgunaan jabatan dan penerimaan uang dalam jumlah besar.
“Hukuman berat terhadap He Weidong, Miao Hua… dan lainnya sekali lagi menunjukkan tekad teguh Komite Sentral Partai dan CMC untuk gigih dalam memerangi korupsi,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Zhang Xiaogang, seperti dikutip dari AFP.
Sejak menjabat lebih dari satu dekade lalu, Xi Jinping telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama. Ia menyebut korupsi sebagai “ancaman terbesar” bagi Partai Komunis dan menegaskan bahwa “perang melawan korupsi tetap serius dan kompleks”.
Meski kampanye ini mendapat dukungan karena dinilai mendorong pemerintahan yang bersih, sejumlah pihak menilai bahwa kebijakan tersebut juga digunakan sebagai alat politik untuk menyingkirkan rival internal Xi Jinping.
Pengumuman penyelidikan ini bertepatan dengan persiapan Partai Komunis China menjelang pertemuan penting yang dikenal sebagai “pleno keempat”, yang akan membahas perencanaan ekonomi jangka menengah hingga tahun 2030.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














