NARASITODAY.COM, MOSKOW – UVB-76, stasiun radio gelombang pendek yang dikenal luas sebagai “Radio Kiamat” atau The Buzzer dari era Soviet, kembali menyiarkan pesan berkode yang memicu kekhawatiran global, terutama setelah siaran tersebut secara eksplisit menyebut Latvia, negara anggota NATO.
Stasiun radio misterius ini, yang selama puluhan tahun memancarkan dengungan konstan sesekali diselingi suara, diyakini banyak ahli terkait dengan jaringan komunikasi militer Rusia, termasuk kemungkinan sistem komando-kendali nuklir seperti “Dead Hand.”
Pesan terbaru yang disiarkan UVB-76 berbunyi: “NZHTI NZHTI 15854 LATVIA 5894 4167”, diikuti rangkaian kata acak seperti NANTOTYUK, LAST, BOLONSKIY, GALVANIZER, dan DRAW.
Penyebutan nama Latvia secara langsung segera memicu lonjakan spekulasi. Latvia merupakan anggota NATO yang berada di garis depan Eropa Timur.
“Ketika UVB-76 menyebut lokasi secara langsung, terutama negara NATO, hal itu dianggap sinyal peningkatan kesiagaan militer Rusia,” kata analis keamanan Eropa Timur, Mikhail Sokolov, seperti dikutip The Times of India, Selasa (25/11/2025).
“Tidak berarti perang akan dimulai besok, tapi ini bukan siaran sembarangan.”
Aktivitas lonjakan pesan berkode dari UVB-76 sebelumnya juga pernah terdeteksi saat ketegangan geopolitik meningkat. Pada tahun 2025, pola serupa mendahului insiden drone Rusia yang memasuki wilayah udara Polandia dan serangkaian gesekan lain antara Rusia dan NATO.
Menurut pakar intelijen sinyal, Elena Markovic, kata-kata acak yang menyertai pesan utama dapat menjadi bagian dari sistem komunikasi berlapis yang kompleks.
“Beberapa istilah mungkin tidak berarti apa-apa bagi publik, tetapi bisa memiliki makna spesifik bagi unit militer tertentu. Inilah karakter sinyal strategis: samar bagi luar, jelas bagi penerima internal,” jelasnya.
Meskipun tidak ada bukti publik yang mengonfirmasi bahwa UVB-76 adalah pemicu peluncuran nuklir otomatis, aktivitasnya diawasi ketat oleh badan intelijen global, mengingat situasi geopolitik yang sangat rentan.
Sebagai anggota NATO, Latvia berada di bawah perlindungan Pasal 5 aliansi, yang menegaskan bahwa serangan terhadap satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi. Oleh karena itu, sinyal apa pun yang mengarah pada kemungkinan ancaman Rusia terhadap Latvia menjadi informasi yang sangat sensitif.
“Risiko eskalasi selalu ada, tetapi belum ada indikasi Perang Dunia III (PD 3) telah dimulai. Yang jelas, komunikasi seperti ini meningkatkan kecemasan dan ketidakpastian regional,” tutup Markovic.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














