Hamas Umumkan Identitas Baru dan Kematian Abu Obeida Dalam Upaya Menata Ulang Kekuatannya

0
Abu Obeida
Juru Bicara Hamas konfirmasi kematian Abu Obeida.Foto : sindonews.com

NARASITODAY.COM, GAZA – Setelah dua tahun menjadi suara misterius yang menggema dari balik layar televisi dan kanal Telegram, sosok ikonik Brigade al-Qassam, Abu Obeida, dikonfirmasi telah tewas. Kabar ini menandai babak baru dalam struktur kepemimpinan Hamas di tengah puing-puing Gaza yang masih membara.

Melalui sebuah pernyataan video yang dirilis pada Senin (29/12/2025), sayap bersenjata Hamas tersebut secara resmi mengakhiri spekulasi panjang mengenai nasib juru bicara militer mereka. Pengumuman ini bukan sekadar laporan kematian, melainkan penyingkapan tabir identitas pria yang selama ini hanya dikenal lewat sorot matanya di balik kufiyah merah.

Dalam video tersebut, Brigade al-Qassam memperkenalkan juru bicara baru yang tampil dengan wajah tetap tertutup. Untuk pertama kalinya, ia mengungkap nama asli sang pendahulu: Hudhayfah Samir Abdullah al-Kahlout.

Baca Juga :  Operasi Pencarian Korban Erupsi Gunung Dukono Masih Berlangsung, 17 Orang Berhasil Dievakuasi

“Dengan bangga kami umumkan kemartiran pemimpin besar kami, Abu Obeida. Kami telah mewarisi gelarnya,” ujar juru bicara baru tersebut, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Langkah ini mengonfirmasi klaim militer Israel beberapa bulan lalu yang menyatakan bahwa Obeida telah tewas. Obeida dikenal sebagai tokoh sentral yang rutin memberikan pembaruan medan perang, laporan pertukaran tawanan, hingga kritik tajam terhadap pelanggaran gencatan senjata.

Selain sang juru bicara, Hamas juga mengonfirmasi kematian Mohammed Sinwar, adik dari mendiang Yahya Sinwar. Mohammed disebut sempat memegang tongkat komando sebagai kepala staf Brigade al-Qassam menggantikan Mohammed Deif yang lebih dulu gugur. Ia memimpin kelompok tersebut melewati “fase yang sangat sulit” sebelum akhirnya terbunuh.

Baca Juga :  Menelisik Latar Belakang: Apakah Benar Teater Nestapa Adalah Akhir Penantian RAN?

Daftar kepemimpinan yang gugur kian panjang dengan konfirmasi tewasnya Mohammed Shabanah (Kepala Brigade Rafah), serta dua komandan senior lainnya, Hakam al-Issa dan Raed Saad.

Meskipun kehilangan sejumlah pilar utamanya, juru bicara baru Hamas menegaskan bahwa semangat perlawanan kelompok tersebut tidak akan surut. Di tengah gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan namun kerap dinilai rapuh ia mengirimkan pesan pembangkangan yang kuat kepada Israel dan komunitas internasional.

“Rakyat kami membela diri dan tidak akan menyerahkan senjata mereka selama pendudukan masih berlangsung,” tegasnya. “Kami tidak akan menyerah, bahkan jika kami harus berjuang dengan kuku jari kami.”

Baca Juga :  Netanyahu Muncul di Publik, Redam Rumor Kematian

Ia juga mendesak dunia internasional untuk menekan Israel agar mematuhi kesepakatan damai. Menurut data Kementerian Kesehatan Palestina, situasi di lapangan masih sangat mematikan. Sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober, tercatat 414 warga Palestina tewas, menambah total korban jiwa sejak awal perang Oktober 2023 yang kini mencapai angka tragis: 71.266 nyawa.

Konfirmasi kematian para petinggi ini menjadi titik krusial bagi Hamas dalam menata ulang kekuatannya di tengah gencatan senjata yang terus diwarnai oleh dentuman artileri dan penemuan jenazah di bawah reruntuhan Gaza.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com