
NARASITODAY.COM, LONDON – Keharmonisan di Stamford Bridge hancur lebih cepat dari perkiraan. Chelsea secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih Enzo Maresca pada Kamis (1/1/2026), hanya beberapa bulan setelah pria asal Italia itu memulai musim keduanya. Keputusan drastis ini mengakhiri fase kepemimpinan yang semula menjanjikan namun berakhir dengan aroma pengkhianatan dan cemoohan fans.
Ironisnya, pemecatan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Maresca menerima penghargaan sebagai Manajer Terbaik Premier League bulan November. Namun, di balik trofi individu tersebut, retakan di internal klub mulai melebar hingga tak bisa diperbaiki.
Performa The Blues meluncur drastis setelah periode positif di akhir tahun lalu. Chelsea tercatat hanya mampu mengamankan satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di Premier League. Puncaknya terjadi pada Selasa lalu, saat skor imbang 2-2 melawan Bournemouth memicu kemarahan publik London Barat.
Sorakan “booing” dari tribun penonton mengiringi langkah para pemain meninggalkan lapangan, sebuah sinyal bahwa kesabaran pendukung telah habis. Tekanan hasil pertandingan ini ternyata berkelindan dengan isu integritas di balik layar.
Hasil buruk di lapangan disebut bukan satu-satunya pemicu amarah dewan klub. Laporan investigasi dari The Athletic mengungkap fakta mengejutkan: Maresca diduga melakukan komunikasi rahasia dengan Manchester City untuk memproyeksikan dirinya sebagai pengganti Pep Guardiola musim panas mendatang.
Berdasarkan kontrak, Maresca wajib melaporkan setiap pendekatan dari klub lain kepada manajemen Chelsea. Jurnalis senior David Ornstein melaporkan bahwa komunikasi tersebut terjadi sebanyak dua kali akhir Oktober dan pertengahan Desember dan meskipun Maresca akhirnya memberi tahu pihak klub, langkah tersebut sudah terlambat untuk menyelamatkan posisinya.
“Maresca telah berbicara dengan pihak City sebanyak dua kali dan telah memberi tahu Chelsea mengenai hal tersebut,” ungkap jurnalis David Ornstein, merujuk pada rangkaian peristiwa yang mempercepat vonis pemecatan.
Keputusan ini menempatkan Chelsea dalam posisi sulit. Akhir pekan ini, Minggu mendatang, mereka dijadwalkan menghadapi Manchester City klub yang dituduh menjalin kontak dengan mantan manajer mereka. Hampir mustahil bagi Chelsea untuk menunjuk pelatih tetap dalam waktu sesingkat itu.
Proses pencarian pengganti pun kini bergerak cepat di bawah radar.
“Liam Rosenior, yang saat ini melatih klub afiliasi Chelsea, Strasbourg, masuk dalam daftar kandidat,” lapor Ornstein.
Sementara itu, nama Oliver Glasner disebut-sebut dicoret dari daftar pertimbangan, meninggalkan kursi panas Stamford Bridge sebagai teka-teki besar di awal tahun 2026.***
Editor : Alysa
Sumber : Bola.net












