NARASITODAY.COM, JAKARTA – Bagi pencinta baking rumahan, proses membuat roti sering kali menghadirkan tantangan tersendiri. Salah satu istilah yang kerap muncul dalam resep, terutama roti berbasis ragi, adalah window pane. Meski terdengar teknis, istilah ini justru menjadi penanda penting untuk mengetahui kesiapan adonan sebelum masuk ke tahap fermentasi.
Window pane merupakan tes sederhana untuk mengecek apakah adonan sudah cukup kalis dan elastis. Caranya dengan menarik adonan hingga membentuk lapisan tipis menyerupai kaca jendela. Jika adonan dapat direntangkan tanpa mudah sobek, artinya gluten telah terbentuk dengan baik.
Keberhasilan mencapai tahap window pane sangat berpengaruh pada hasil akhir roti. Adonan yang lolos tes ini cenderung menghasilkan roti bertekstur lembut, empuk, dan mengembang merata saat dipanggang. Sebaliknya, adonan yang belum mencapai tahap tersebut berisiko membuat roti bantat atau terasa keras.
Meski begitu, pengulenan juga perlu dilakukan dengan tepat. Menguleni terlalu lama justru dapat merusak struktur gluten dan membuat adonan sulit dibentuk. Karena itu, memahami kondisi adonan secara visual dan tekstur menjadi kunci agar proses baking berjalan lebih optimal.
Dengan mengenal istilah window pane, proses membuat roti tidak hanya terasa lebih terarah, tetapi juga membantu menghasilkan roti buatan sendiri yang konsisten dan memuaskan. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














