Broken Strings, Cara Aurelie Moeremans Berdamai dengan Luka Masa Lalu

0
Aurelie Moeremans dalam media sosial miliknya. Foto: Dok. Instagram Aurelie Moeremans

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Aktris Aurelie Moeremans belakangan menjadi sorotan publik setelah merilis Broken Strings, sebuah e-book yang memuat kisah perjalanan pribadinya dalam menghadapi trauma masa lalu. Buku digital ini ramai diperbincangkan karena berisi cerita yang jujur dan emosional, sekaligus membuka ruang diskusi tentang proses pemulihan diri dan kesehatan mental.

Tak disangka, karya yang awalnya ditulis untuk lingkup terbatas justru mendapat respons luas dari masyarakat. Aurelie mengaku terkejut melihat antusiasme pembaca yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari perempuan muda hingga para orang tua. Dukungan yang mengalir menjadi hal paling menyentuh baginya, karena banyak pembaca merasa kisah tersebut membantu mereka memahami luka yang selama ini terpendam.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Panggil Artis Dude Herlino dan Alyssa Soebandono terkait Kasus Penipuan PT Dana Syariah Indonesia

Bagi Aurelie, Broken Strings bukanlah buku yang ditulis setelah dirinya pulih sepenuhnya. Sebaliknya, proses menulis justru menjadi bagian dari perjalanan penyembuhan itu sendiri. Melalui tulisan, ia perlahan mengurai kenangan yang selama bertahun-tahun dianggap telah selesai, namun ternyata masih membekas dalam dirinya.

Baca Juga :  Cha Eun Woo Akhirnya Klarifikasi Dugaan Penggelapan Pajak

Ia menyadari bahwa menuliskan pengalaman pahit tersebut membantunya melihat masa lalu dengan sudut pandang yang lebih jernih. Perlahan, Aurelie belajar berhenti menyalahkan diri sendiri dan menerima bahwa apa yang ia alami bukanlah kesalahan pribadi. Proses ini, menurutnya, menjadi langkah penting untuk berdamai dengan diri sendiri.

Menariknya, Aurelie menegaskan bahwa sejak awal tidak ada niat komersial di balik penerbitan Broken Strings. Ia memilih merilis e-book tersebut secara gratis agar tidak menimbulkan kesan mengeksploitasi trauma. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap para pembaca yang mungkin tengah berada dalam fase pemulihan serupa.

Baca Juga :  Puasa Ramadan Dinilai Bantu Jaga Kesehatan Mental, Ini Kata Kemenkes

Melalui Broken Strings, Aurelie Moeremans menunjukkan bahwa berbagi cerita bisa menjadi medium penyembuhan, baik bagi penulis maupun pembacanya. Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki proses masing-masing dalam menghadapi luka, dan tidak ada batas waktu pasti untuk sembuh. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikhot