
NARASITODAY.COM, BOGOR – Kepanikan melanda kawasan industri Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (16/1/2026). Sebuah pabrik pengolahan obat herbal hangus dilalap si jago merah, memaksa petugas pemadam kebakaran berjibaku melawan kobaran api yang sulit dijinakkan.
Insiden ini terekam dalam video amatir yang beredar luas, memperlihatkan asap hitam tebal yang membubung tinggi ke langit, kontras dengan warna merah api yang melahap bangunan pabrik. Di tengah riuhnya suara api, sejumlah karyawan dan warga sekitar tampak berlarian beberapa berusaha mencari alat pemadam api ringan, sementara yang lain bergegas menjauh untuk menyelamatkan diri.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung di lokasi kejadian. Sebanyak lima unit pemadam kebakaran dari berbagai sektor telah dikerahkan untuk melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.
Komandan Pemadam Kebakaran Sektor Gunung Putri, Hendra, mengonfirmasi bahwa seluruh anggotanya tengah bekerja keras di titik api.
“Betul, saat ini sedang penanganan, anggota masih bekerja. Itu pabrik yang terbakar,” kata Hendra saat dimintai konfirmasi oleh awak media.
Hendra merinci armada yang diterjunkan terdiri dari tiga unit dari Sektor Gunung Putri, satu unit dari Sektor Cileungsi, dan satu unit bantuan dari Babakanmadang.
Meskipun petugas sempat berhasil meredam api utama, proses pendinginan menjadi tantangan besar. Karakteristik pabrik obat herbal yang menyimpan banyak bahan baku kering yang mudah terbakar membuat api memiliki “nyawa cadangan”. Tumpukan barang yang menghalangi akses air menjadi kendala utama bagi petugas.
“Tadi sebenarnya sudah proses pendinginan, cuma ada muncul lagi, ada titik yang menyala lagi, karena ada bahan baku di titik kebakaran yang tertutup jadi agak sulit untuk proses pendinginannya,” jelas Hendra.
Banyaknya bahan baku yang tertimbun di dalam gedung membuat titik panas tersembunyi sulit dijangkau, sehingga api berulang kali kembali berkobar di beberapa sudut ruangan. Petugas damkar pun harus ekstra waspada dan teliti dalam menyisir setiap tumpukan barang guna memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian yang diderita pihak pabrik. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan pendinginan tuntas agar api tidak kembali menyala di tengah cuaca Bogor yang terik.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













