Kemendes dan Kemenpar Percepat Penguatan 6.189 Desa Wisata di Indonesia

0
Kemendes dan Kemenpar
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (kanan) saat pertemuan koordinasi penguatan desa wisata di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Kedua kementerian sepakat menyusun roadmap dan panduan pengembangan desa wisata di seluruh Indonesia. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sepakat mempercepat penguatan desa wisata di seluruh Indonesia.

Kesepakatan tersebut mencakup penyusunan konsep, silabus, hingga pemetaan potensi desa agar pengembangan berjalan efektif dan efisien.

Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria mengatakan, panduan pengembangan desa wisata akan disusun secara sederhana agar mudah diterapkan oleh pemerintah desa dengan berbagai keterbatasan yang ada.

“Kita kerjakan sama-sama. Konsepnya harus mudah dikerjakan oleh desa dengan segala keterbatasannya. Kita buat panduan tertulis dan visualnya juga supaya mudah dipahami dan dikenal, termasuk RAB agar masyarakat desa tidak bingung. Nanti kita carikan pembiayaannya,” ujar Ahmad Riza Patria saat bertemu Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di Kantor Kemenpar, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga :  Kepala Sekolah Keluhkan Jalan Rusak Menuju SDN Parakanmuncang 01, Nanggung

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan nasional selain sektor pangan. Indonesia dinilai memiliki modal besar berupa kekayaan alam yang tersebar hampir di seluruh provinsi.

“Salah satu pembangunan bangsa memang sektor pangan, tapi juga ditambah pariwisata. Indonesia kalau mau maju, dua sektor itu paling utama,” katanya.

Penguatan desa wisata akan dilakukan dengan melibatkan pendamping desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta kolaborasi dengan pihak swasta yang memiliki pengalaman di bidang bisnis pariwisata. Selain itu, pemanfaatan media sosial juga akan dioptimalkan untuk memperluas jangkauan promosi hingga ke tingkat internasional.

Baca Juga :  Usulan Tidak Tercover, Kades Pasir Madang Geram

Data Kemenpar mencatat terdapat 6.189 desa wisata di Indonesia. Namun, sebanyak 78,2 persen masih berstatus rintisan, 16,11 persen berkembang, 5,14 persen maju, dan hanya 0,5 persen yang berstatus mandiri.

Kondisi tersebut, menurut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, menjadi alasan perlunya percepatan pengembangan desa wisata melalui penyusunan roadmap yang terarah.

Baca Juga :  Tragedi Penggerebekan Judi Sabung Ayam, Tiga Anggota Polres Way Kanan Gugur Ditembak

“Tahun ini kita akan membuat roadmap pembuatan desa wisata sehingga pengembangan desa wisata bisa jalan maksimal dan terarah. Karena tidak hanya objek wisata, tapi juga ada pelaku UMKM, homestay, dan banyak sektor terkait lainnya. Ini perlu pendampingan dan penguatan fasilitas infrastruktur,” ungkap Ni Luh Puspa.

Desa wisata merupakan salah satu program prioritas Kemendes PDT dalam mendorong kemandirian desa. Selain desa wisata, program lain yang turut dikembangkan antara lain desa ekspor dan desa tematik, guna memastikan kebutuhan masyarakat desa di berbagai sektor dapat terpenuhi.

Wartawan : Andreas