NARASITODAY.COM,BOGOR – Suasana tenang di pinggiran Kali Ciesek, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, berubah menjadi mencekam pada Kamis (9/4/2026) petang. Sebuah kegiatan mandi sore yang ceria antara sekelompok remaja berakhir memilukan setelah salah satu dari mereka, seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun, hilang ditelan arus dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Peristiwa nahas ini bermula saat korban bersama rekan-rekannya memutuskan untuk bermain air di sungai tersebut. Namun, keriuhan remaja itu seketika berubah menjadi kepanikan saat korban tiba-tiba mengalami kesulitan di air dan mulai tenggelam.
Upaya Penyelamatan yang Gagal
Melihat rekannya dalam bahaya, teman-teman korban tidak tinggal diam. Mereka sempat berusaha melakukan aksi penyelamatan darurat di tengah arus sungai, namun tenaga mereka tak mampu melawan kedalaman air yang menjebak korban.
Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin, mengonfirmasi kronologi kejadian tersebut setelah menerima laporan dari lapangan.
“Korban dan teman-temannya sedang bermain atau mandi di Kali Ciesek. Kemudian korban tenggelam,” kata Jalaluddin, Jumat (10/4/2026).
Menyadari upaya mereka gagal, rekan-rekan korban segera berlari menuju pemukiman untuk memberikan kabar duka tersebut. “Teman korban dan rekan-rekannya langsung melaporkan ke pihak keluarganya,” tambah Jalaluddin.
Pencarian di Kegelapan Malam
Laporan warga segera ditindaklanjuti oleh petugas SAR gabungan yang tiba di lokasi saat hari mulai gelap. Di bawah penerangan lampu darurat dan di tengah keheningan malam Megamendung, petugas menyisir area sungai yang dicurigai menjadi titik tenggelamnya korban.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian intensif, kerja keras petugas membuahkan hasil pada malam harinya. Korban ditemukan berada di dasar sungai yang cukup dalam.
“Situasi akhir korban sudah diketemukan di kedalaman kurang lebih 5 meter dengan cara diselam,” jelas Jalaluddin.
Penemuan jasad korban di kedalaman lima meter tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah korban dievakuasi dari dasar kali untuk dibawa ke rumah duka. Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga sekitar akan bahaya tersembunyi di balik aliran sungai, terutama saat aktivitas di air dilakukan tanpa pengawasan ekstra.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














