
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sebuah era keemasan dalam panggung voli tanah air perlahan mulai bergeser. Dua pilar utama yang selama bertahun-tahun menjadi motor serangan sekaligus jantung permainan Timnas Voli Putra Indonesia, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar, resmi menyatakan pamit undur diri dari skuad Merah Putih.
Keputusan besar ini menandai langkah awal estafet regenerasi di tubuh timnas. Faktor kebugaran fisik yang kian terkuras oleh padatnya kompetisi serta rencana masa depan karier masing-masing disinyalir menjadi alasan utama di balik keputusan kedua bintang tersebut untuk tidak lagi mengenakan jersi berlogo Garuda di dada.
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) secara resmi melepas kedua arsitek prestasi tersebut dengan penuh rasa hormat dan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa batas mereka selama ini.
“Setelah bertahun-tahun berjuang bersama Merah Putih, Nizar dan Rivan memutuskan tidak dapat bergabung dengan alasan komitmen regenerasi tim, kebugaran fisik, dan rencana pribadi dalam perjalanan karier ke depan,” tulis pernyataan resmi PBVSI lewat akun media sosial mereka, Kamis (21/5/2026).
“Terima kasih, Rivan dan Nizar untuk setiap perjuangan, pengorbanan, dan kebanggaan yang telah kalian berikan untuk Indonesia,” lanjut pernyataan tersebut.
Kehilangan Dua Jimat Lapangan
Kepergian Rivan dan Nizar tentu meninggalkan lubang besar yang emosional bagi para pencinta voli nasional. Rivan Nurmulki selama ini dikenal sebagai opposite hitter mematikan yang pukulannya kerap menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan, baik di level Asia Tenggara maupun panggung Asia.
Sementara itu, Nizar Zulfikar adalah sang jenderal lapangan. Perannya sebagai setter utama sekaligus pengatur ritme permainan telah menjadi kunci sukses di balik berbagai torehan medali emas yang pernah diraih skuad Merah Putih. Kehadiran karismatik keduanya di atas lapangan sering kali menjadi jaminan mental bertanding tim.
Asa Baru di Tangan Alfin Daniel dan Rama Fazza
Bergerak cepat merespons situasi ini, PBVSI langsung memanggil dua talenta muda berbakat untuk mengisi pos kosong yang ditinggalkan. Dua nama daun muda, Alfin Daniel Pratama dan Rama Fazza Fauzan, resmi dipanggil masuk ke dalam skuad nasional.
Keduanya mengemban tugas berat untuk langsung nyetel dan menggantikan peran vital Rivan dan Nizar. Alfin dan Rama disiapkan secara taktis guna menghadapi jadwal kompetisi internasional yang super padat sepanjang musim 2026 ini. Proses adaptasi dan pemusatan latihan intensif pun segera digulirkan di bawah komando dingin pelatih kepala, Sergio Veloso.
Rangkaian ujian berat sudah menanti skuad baru besutan Veloso ini. Agenda terdekat Timnas Voli Putra Indonesia adalah bertolak ke India untuk mengarungi sengitnya turnamen AVC Cup 2026 pada 20-28 Juni mendatang.
Tak berhenti di situ, fisik dan mental para penggawa muda Indonesia akan kembali diuji dalam ajang regional SEA V League 2026. Putaran pertama turnamen ini akan digulirkan di Filipina pada 15-19 Juli 2026, sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah untuk tampil di hadapan publik sendiri pada putaran kedua di Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung 22-26 Juli 2026. Mampukah darah-darah muda ini meneruskan kejayaan yang ditinggalkan para seniornya? Waktu yang akan menjawab di atas lapangan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













