Tertangkap di Jalur Rel, Pelaku Pelecehan di Stasiun Tanah Abang Diserahkan ke Polisi

0
Ilustrasi Stasiun Tanah Abang

NARASITODAY.COM – Kisah pilu pelecehan seksual di tengah hiruk pikuk Stasiun Tanah Abang beberapa waktu lalu akhirnya menemui titik terang. Berkat kecanggihan teknologi yang diterapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI), pelaku yang sempat meresahkan para pengguna transportasi umum ini berhasil diringkus.

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI, Broer Rizal, mengungkapkan bahwa penangkapan dramatis ini dimungkinkan berkat implementasi sistem video analitik yang terpasang di 84 stasiun di wilayah Jabodetabek.

Dengan nada bangga akan kemajuan teknologi yang dimanfaatkan perusahaannya, Rizal menuturkan, “Karena dari 84 stasiun yang ada di wilayah Jabodetabek sudah kami pasang semua CCTV dengan video analitik sehingga di manapun TO itu bergerak di wilayah stasiun kami tentu akan termonitor dan kami bisa lakukan penangkapan,” ujarnya di kantor Pusat KAI Commuter, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025). Pernyataan ini menggambarkan bagaimana KAI kini memiliki “mata” digital yang mampu mengawasi setiap sudut stasiun.

Baca Juga :  Orang Tua Siswa SMAN 2 Cileungsi Keberatan atas Pungutan Rp2,6 Juta untuk Makan Siang Guru

Rizal kemudian membeberkan alur kerja sistem canggih ini dalam melacak dan menangkap pelaku kejahatan. Awalnya, pelaku ditetapkan sebagai target operasi (TO) dalam sistem internal KAI.

Setelah identitas pelaku berhasil diinput, sistem video analitik akan secara otomatis memantau pergerakannya di seluruh stasiun yang dilengkapi teknologi ini. Ketika pelaku terdeteksi oleh kamera pada waktu dan lokasi yang akurat, alarm akan berbunyi di ruang kontrol pusat (Central Control Room atau CCR).

“Begitu si TO (target operasi) kami input dalam video analitik kami yang kemudian dimonitor oleh tugas dalam 24 jam. Begitu ada notifikasi pelaku di satu titik, di satu stasiun, petugas yang ada di CCR (Central Control Room) yang tugasnya memang memonitor, dia akan menginformasikan ke petugas yang ada di lapangan,” jelas Rizal, menggambarkan sinergi antara teknologi dan petugas lapangan.

Baca Juga :  Sentra Cipta Mandiri Bogor Hadirkan Layanan Konsultasi Mental dan Dukungan Ekonomi untuk Masyarakat Rentan

Setelah menerima informasi dari CCR, petugas pengamanan tertutup (Pamtup) yang tersebar di berbagai stasiun akan bergerak cepat menuju lokasi yang diinformasikan. CCR akan terus memberikan pembaruan informasi mengenai posisi pelaku saat menggunakan KRL, memungkinkan Pamtup untuk melakukan pencegatan yang efektif.

“Kami punya teman-teman pamtup (pengamanan tertutup) yang tersebar di semua stasiun, di mana mereka akan mendapatkan info dari CCR yang kemudian begitu mendapatkan informasi adanya TO di satu stasiun kami langsung melakukan penangkapan,” lanjut Rizal, menyoroti peran penting petugas keamanan yang bertindak berdasarkan informasi intelijen digital.

Menariknya, pelaku tidak tertangkap di Stasiun Tanah Abang, lokasi kejadian pelecehan sebelumnya. Rizal mengungkapkan bahwa pelaku berhasil diamankan di salah satu stasiun yang berada di jalur relasi Rangkasbitung-Tanah Abang.

Baca Juga :  Revitalisasi Jalur KRL di Stasiun Bogor Mulai Dilakukan, Penumpang Diminta Bersabar

Setelah penangkapan, pelaku langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. “Jadi dia kemarin ketangkap di relasi Rangkasbitung sampai Tanah Abang. Jadi di stasiun yang berbeda,” kata Rizal.

Lebih lanjut, Rizal memastikan bahwa kasus ini telah ditangani secara serius oleh pihak berwajib. “Sudah, sudah diserahkan ke pihak kepolisian dan sudah dilaporkan dan juga oleh si korban (dilaporkan) kemarin malam,” tambahnya. Dengan penangkapan ini, harapan akan keadilan bagi korban pelecehan seksual di Stasiun Tanah Abang semakin mendekat.

Keberhasilan KAI dalam memanfaatkan teknologi video analitik tidak hanya menjadi kabar baik bagi korban, tetapi juga menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan bahwa ruang gerak mereka semakin terbatas di area publik, khususnya di lingkungan transportasi umum yang kini semakin canggih dalam pengawasannya.***