NARASITODAY.COM – Langit mendung yang menyelimuti Babakanmadang pada Rabu sore (14/5/2025) awalnya tampak biasa. Namun menjelang malam, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut membawa kejutan tak diinginkan air sungai meluap, dan puluhan rumah warga di dua desa terendam dalam hitungan menit.
Banjir setinggi dada orang dewasa, sekitar 1 hingga 1,5 meter, merendam 76 unit rumah di Desa Cijayanti dan Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Dua sungai yang melintasi wilayah ini, Kali Cisarapati dan Kali Cijayanti, tak mampu lagi menampung debit air hujan.
“Meluapnya aliran Kali Cisarapati dan Kali Cijayanti, sehingga menyebabkan banjir lintasan dengan perkiraan ketinggian air 1–1,5 meter dan berdampak pada pemukiman warga,” ujar M. Adam Hamdani, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Kamis (15/5/2025).
Warga dibuat panik. Dalam waktu singkat, air masuk ke dalam rumah, membawa serta lumpur dan sampah. Kampung-kampung kecil yang biasanya tenang seperti Cicerewed, Cimanggurang, dan Babakan Tengah berubah menjadi jalur air dadakan.
“Dari hasil kaji cepat, untuk Desa Cijayanti ada 57 unit rumah terdampak genangan banjir di Kampung Cicerewed, 9 unit rumah di Kampung Cimanggurang, 7 unit rumah di Kampung Babakan Tengah, 3 unit rumah di Kampung Citaringgul. (Kemudian) di Desa Citaringgul ada 3 unit rumah (terendam banjir),” terang Adam.
Beruntung, meski debit air cukup tinggi, banjir ini tergolong banjir lintasan cepat datang, cepat pula surut. Tidak ada laporan korban luka maupun jiwa, dan bangunan rumah warga juga tidak mengalami kerusakan berat.
“Untuk korban luka ataupun jiwa, Alhamdulillah nihil. Tidak ada kerusakan bangunan dari dampak banjir, hanya banjir lintasan,” jelas Adam.
Saat ini, warga sudah mulai membersihkan rumah dari material lumpur yang tertinggal setelah air surut. Bau tanah basah dan perabotan yang dijemur di halaman jadi pemandangan umum di pagi hari pascabanjir.
“Untuk saat ini banjir lintasan sudah surut dan warga sudah membersihkan material lumpur di rumah masing-masing,” tambah Adam.
Meski hanya berlangsung singkat, kejadian ini menjadi pengingat bahwa dalam musim hujan yang tidak menentu, sungai kecil sekalipun bisa berubah menjadi ancaman besar. Bagi warga Babakanmadang, malam itu menjadi pelajaran bahwa kewaspadaan harus selalu dijaga terutama saat langit mulai menghitam dan suara gemuruh hujan mengiringi angin sore.***














