NARASITODAY.COM- Pemerintah Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali membuka lahan baru seluas 3 hektare sebagai bagian dari program ketahanan pangan berkelanjutan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tahun 2025 yang digelar pada Februari lalu.
Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, mengatakan bahwa lahan yang dibuka saat ini difokuskan untuk budidaya hortikultura.
Selain itu, hasil Musdesus juga menetapkan dua program prioritas yakni penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan penguatan ketahanan pangan.
“Sekarang hampir 3 hektare, masih fokus ke hortikultura. Musdesus 2025 menghasilkan dua kesepakatan, yaitu BLT-DD dan ketahanan pangan,” kata Jani, Senin (16/6/2025).
Selain penguatan sektor pertanian, desa juga fokus pada pencegahan stunting melalui penyelenggaraan kelas ibu hamil dan menyusui, serta penyediaan layanan klinik gizi.
Jani, yang juga tokoh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Nanggung, menyebut total lahan pertanian yang dikelola kelompok tani di desanya kini mencapai 32 hektare.
Program ketahanan pangan sejak 2022 hingga 2024 juga disebut murni berbasis pemberdayaan, tanpa menghasilkan profit untuk Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Tahun ini kami integrasikan program dengan Bumdes. Selain 3 hektare hortikultura, juga ada budidaya 32 ekor domba oleh kelompok Boka Farm, budidaya ayam kampung, serta ikan mas dan nila,” katanya.
Keberhasilan program ketahanan pangan di Kalongliud, menurut Jani, tak lepas dari pendampingan berkelanjutan yang dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Nanggung dan dukungan dari PT Antam Tbk UBPE Pongkor.














