NARASITODAY.COM, JAKARTA – Raditya Dika dikenal sebagai sosok kreatif dengan banyak peran, mulai dari komedian, penulis, hingga sutradara. Di balik kesibukannya di dunia hiburan, Radit juga dikenal sebagai pencinta buku yang kerap membagikan pandangan hidup dari bacaan-bacaan yang ia nikmati.
Bagi Raditya Dika, buku bukan sekadar hiburan, melainkan investasi pemikiran yang mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap hidup, relasi, hingga makna kesuksesan. Dari pengelolaan uang, seni berkomunikasi, sampai dunia kreatif, pilihan bukunya mencerminkan ketertarikannya pada pengembangan diri dan proses bertumbuh.
Salah satu buku yang direkomendasikannya adalah Die With Zero karya Bill Perkins, yang mengajak pembaca memaknai keseimbangan antara uang, waktu, dan pengalaman hidup. Buku ini menyoroti pentingnya menciptakan momen bermakna di waktu yang tepat, tanpa melupakan perencanaan masa depan.
Raditya Dika juga merekomendasikan How to Win Friends & Influence People karya Dale Carnegie, buku klasik tentang seni berkomunikasi dan membangun hubungan positif. Buku ini dinilai relevan lintas generasi, terutama bagi mereka yang ingin berkembang secara personal maupun profesional.
Bagi para pelaku industri kreatif, Real Artist Don’t Starve karya Jeff Goins menjadi bacaan menarik lainnya. Buku ini membongkar anggapan bahwa seniman harus hidup dalam kekurangan, sekaligus menekankan pentingnya pola pikir, kolaborasi, dan peluang.
Tak hanya itu, Raditya Dika juga menyukai bacaan dengan gaya humor reflektif seperti Me Talk Pretty One Day karya David Sedaris, serta buku kepemimpinan The New CEO karya Dr. Ty Wiggins yang membahas tantangan dan mentalitas pemimpin baru.
Lewat daftar bacaan ini, Raditya Dika menunjukkan bahwa membaca bisa menjadi cara sederhana untuk memperluas perspektif, memahami diri sendiri, dan mempersiapkan langkah hidup dengan lebih sadar. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














