Sistem Komunikasi Digital Lumpuh, Seluruh Perjalanan Kereta di Jerman Berhenti Total

0
Jerman
Ilustrasi rel kereta api.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,BERLINJaringan perkeretaapian Jerman mengalami gangguan besar pada Selasa (23/6/2026) malam waktu setempat setelah masalah pada sistem komunikasi nasional memaksa seluruh layanan kereta dihentikan sementara. Insiden langka tersebut menyebabkan ribuan penumpang terlantar di berbagai kota ketika perjalanan kereta mendadak tidak dapat dilanjutkan.

Operator kereta nasional Jerman, Deutsche Bahn, menyatakan penghentian operasional dilakukan demi menjaga keselamatan perjalanan setelah sistem komunikasi digital GSM-R mengalami gangguan secara nasional.

Akibat masalah tersebut, seluruh kereta yang sedang beroperasi diperintahkan berhenti di stasiun terdekat dan tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan hingga sistem kembali berfungsi normal.

Gangguan yang terjadi di salah satu negara dengan jaringan kereta tersibuk di Eropa itu langsung memicu kekacauan di sejumlah stasiun utama. Penumpang yang hendak melakukan perjalanan malam maupun yang sedang berada dalam perjalanan terpaksa menunggu tanpa kepastian mengenai waktu keberangkatan berikutnya.

Dalam pernyataan yang dirilis sekitar tengah malam, atau sekitar satu setengah jam setelah gangguan pertama kali diumumkan, Deutsche Bahn mengungkapkan bahwa penyebab masalah telah berhasil diidentifikasi. Namun perusahaan tidak menjelaskan secara rinci sumber gangguan yang menyebabkan lumpuhnya sistem komunikasi tersebut.

Baca Juga :  Kejari Cianjur Geledah Kantor Dishub Terkait Dugaan Korupsi Proyek PJU Rp40 Miliar

Perusahaan hanya menegaskan bahwa tim teknis sedang bekerja untuk memulihkan layanan secepat mungkin.

“Para teknisi sedang bekerja secara intensif untuk menemukan solusi,” demikian pernyataan Deutsche Bahn.

Meski sumber masalah telah diketahui, hingga saat itu operator belum dapat memberikan estimasi kapan seluruh layanan kereta akan kembali beroperasi normal. Deutsche Bahn juga belum merilis jumlah pasti kereta maupun penumpang yang terdampak akibat penghentian layanan secara nasional tersebut.

Situasi tersebut membuat banyak penumpang terjebak di berbagai stasiun maupun di dalam rangkaian kereta yang belum mencapai tujuan akhir.

Chief Executive Officer Deutsche Bahn, Evelyn Palla, mengatakan fokus utama perusahaan saat gangguan terjadi adalah memastikan seluruh penumpang dapat turun dengan aman.

Menurutnya, operator berupaya mengarahkan kereta menuju stasiun terdekat agar proses evakuasi penumpang dapat dilakukan tanpa risiko tambahan.

Sebagai bentuk bantuan, Deutsche Bahn menyediakan voucher taksi dan akomodasi hotel bagi penumpang yang terdampak. Perusahaan juga menyiapkan sejumlah kereta yang tetap berada di stasiun untuk digunakan sebagai tempat berlindung sementara selama menunggu perkembangan situasi.

Baca Juga :  Ledakan Dekat Stasiun Kereta Moskow Tewaskan Satu Polisi, Pelaku Juga Tewas

Selain itu, operator menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Jerman.

Gangguan tersebut berpusat pada sistem GSM-R atau Global System for Mobile Communications-Railway, teknologi komunikasi khusus yang menjadi fondasi operasional kereta modern di Eropa. Sistem ini berfungsi sebagai jalur komunikasi utama antara masinis, petugas lapangan, dan pusat pengendali lalu lintas kereta.

Melalui GSM-R, berbagai informasi penting terkait perjalanan kereta disampaikan secara real time, mulai dari kondisi lintasan, pengaturan perjalanan, hingga instruksi keselamatan. Karena perannya yang sangat vital, gangguan sekecil apa pun pada sistem tersebut dapat berdampak langsung terhadap keamanan operasional.

Sejak mulai diterapkan secara luas pada awal tahun 2000-an, GSM-R menjadi standar komunikasi perkeretaapian di banyak negara Eropa. Sistem ini dirancang untuk memastikan koordinasi berjalan lancar di jaringan transportasi yang melayani jutaan penumpang setiap harinya.

Baca Juga :  Ahok Berharap Proses Penyidikan Korupsi Pertamina Dapat Membongkar Kebenaran

Karena alasan keselamatan itulah Deutsche Bahn memilih menghentikan seluruh perjalanan ketimbang mengambil risiko menjalankan kereta tanpa dukungan komunikasi yang memadai.

Penghentian layanan kereta secara nasional merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi di Jerman. Dalam beberapa tahun terakhir, gangguan besar yang menyebabkan penghentian operasional umumnya dipicu oleh faktor eksternal seperti badai hebat, hujan ekstrem, atau kondisi cuaca yang membahayakan.

Namun kali ini, penyebabnya berasal dari jantung sistem operasional perkeretaapian itu sendiri. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa di era transportasi modern, keandalan teknologi komunikasi sama pentingnya dengan rel, lokomotif, dan infrastruktur fisik lainnya.

Sementara para teknisi bekerja memulihkan jaringan, ribuan penumpang harus menghadapi malam yang panjang di stasiun-stasiun Jerman. Di tengah hiruk-pikuk informasi yang terus diperbarui, harapan terbesar mereka hanya satu: agar roda transportasi yang menjadi nadi mobilitas negara itu dapat segera kembali bergerak normal.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com