Tiga Kali Gagal, Keiko Fujimori Resmi Diumumkan sebagai Presiden Terpilih Peru

0
Keiko Fujimori
Keiko Fujimori telah menjadi presiden Peru..Foto : canberratimes.com.au

NARASITODAY.COM,LIMA – Bagi Keiko Fujimori, garis finis dari sebuah perjuangan politik panjang akhirnya tercapai. Setelah menelan pil pahit kekalahan dalam tiga edisi Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelumnya pada tahun 2011, 2016, dan 2021 wanita berusia 51 tahun itu kini resmi diumumkan sebagai Presiden Terpilih Peru yang baru.

Keteguhan hatinya bertarung di panggung politik menjadikannya simbol persistensi di tengah badai polarisasi yang kerap mengguncang negara tersebut.

Merujuk laporan dari CNN dan CNBC yang dirangkum pada Senin (6/7/2026), Keiko merupakan putri dari mendiang mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, dan Susana Higuchi.

Sejarah mencatat, ia merupakan wanita pertama di Peru yang berhasil menembus sengitnya pertarungan pilpres pada tahun 2011 silam, meskipun debutnya kala itu berakhir dengan kekalahan.

Baca Juga :  Meskipun Mundur, Harry dan Meghan Tetap Pegang Gelar Duke dan Duchess of Sussex

Dalam pemilu edisi kali ini, Keiko yang mengusung bendera partai sayap kanan Kekuatan Populer (Fuerza Popular) dinyatakan menang tipis pada pemilihan putaran kedua yang digelar 7 Juni lalu.

Kantor Proses Pemilu Nasional Peru telah merilis hasil penghitungan suara akhir yang menunjukkan keunggulan Keiko atas rivalnya, kandidat sayap kiri Roberto Sánchez dari partai Bersama untuk Peru (Juntos por el Perú).

Kemenangan ini terbilang sangat dramatis karena diraih dengan selisih yang sangat tipis, yakni hanya terpaut 49.641 suara dari total sekitar 18 juta suara yang masuk. Keiko berhasil mengamankan 50,13% suara sah, mengungguli Sánchez yang memperoleh 49,86% suara.

Sesuai jadwal, Keiko Fujimori akan dilantik secara resmi sebagai presiden pada 28 Juli mendatang. Ia diperkirakan akan memimpin Peru selama 5 tahun ke depan didampingi oleh Luis Fernando Galarreta sebagai Wakil Presiden pertama dan Miguel Ángel Torres Morales sebagai Wakil Presiden kedua.

Baca Juga :  Presiden Meksiko Setujui Permintaan Tim Iran Tinggal di Negeri Selama Piala Dunia 2026

Menariknya, Keiko akan mencatatkan diri sebagai presiden kesembilan Peru hanya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mencerminkan betapa tingginya turbulensi politik di negara tersebut.

Memulai Babak Baru

Sesaat setelah pengumuman resmi dari otoritas pemilu dirilis, Keiko Fujimori langsung membagikan pesan emosional melalui akun media sosial X miliknya. Ia menyampaikan apresiasi terdalam kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayainya.

Peru memasuki ‘babak baru’. Dia berjanji untuk memimpin transisi dengan ‘kerendahan hati dan rasa tanggung jawab yang mendalam’.

Baca Juga :  Iran Minta Maaf ke Tetangga, Tegas Tak Akan Menyerah pada AS dan Israel

Diwarnai Tudingan dan Sengketa Pemilu

Kendati hasil akhir telah diketuk, atmosfer pemilu kali ini tidak luput dari ketegangan hukum. Setelah pengumuman penghitungan suara akhir keluar, Keiko sempat melemparkan tuduhan adanya penyimpangan dalam proses pemungutan suara di luar negeri. Ia bahkan menyatakan niatnya untuk mengajukan banding ke Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika (IACHR).

Di sisi lain, dalam deklarasi kemenangan Fujimori yang digelar pada Jumat (3/7/2026), Dewan Pemilihan Nasional Peru dengan tegas menyatakan bahwa proses peninjauan formal tidak menemukan adanya inkonsistensi atau kecurangan seperti yang dituduhkan. Otoritas pemilu tersebut juga secara resmi menolak seluruh berkas banding sengketa yang sempat diajukan oleh kubu rival, Bersama untuk Peru.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com