NARASITODAY.COM, SURABAYA- Seorang konsumen bernama Achmad Afif mengaku menjadi korban penipuan daring yang menggunakan nama GoFood untuk menarik uang dengan iming-iming komisi dari review makanan dan minuman. Kisahnya diunggah melalui situs Mediakonsumen.com.
Afif menjelaskan, awalnya ia menerima tautan dari seorang teman dengan alamat situs kuliner-special.space. Situs itu menawarkan komisi setiap kali melakukan review menu makanan, dengan syarat menyelesaikan 30 menu agar saldo dapat ditarik ke rekening pribadi.
Pada tahap awal, Afif hanya mencoba secara reguler. Namun, untuk mendapatkan komisi lebih besar, ia ditawari meningkatkan level ke VIP dengan top-up ke rekening tertentu melalui WhatsApp Customer Service. VIP1 dikenakan biaya Rp500.000, sementara VIP2 Rp3.000.000.
Setelah melakukan beberapa kali top-up, saldo Afif sempat menunjukkan keuntungan hingga Rp4 juta lebih. Namun, untuk melanjutkan review pada menu tertentu yang disebut super deal, ia diwajibkan kembali melakukan top-up dengan nominal semakin besar.
“Di menu kedua belas, saya sudah menghabiskan Rp14,5 juta, ditambah uang teman saya Rp3,6 juta. Total saldo yang tertahan sekarang Rp26,7 juta,” tulis Afif dalam pengaduannya.
Afif mengaku tidak bisa menarik uangnya karena sistem aplikasi mengharuskannya menyelesaikan 30 menu review. Saat ini ia terjebak di menu keempat belas yang kembali meminta top-up Rp2,1 juta. Ia menegaskan skema tersebut bukan lagi permainan, melainkan bentuk penipuan.
“Saya mohon uang saya dan teman saya bisa dikembalikan, karena itu untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah adik saya,” ujarnya.
Himbauan
Kasus ini menunjukkan adanya modus penipuan baru berkedok review aplikasi kuliner.
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap situs tidak resmi yang menggunakan nama besar layanan digital untuk menarik kepercayaan korban.
Pastikan hanya menggunakan aplikasi atau situs resmi yang terverifikasi. Jangan mudah tergiur tawaran komisi, investasi, atau top-up yang menjanjikan keuntungan instan.
Jika menemukan situs mencurigakan, segera hentikan aktivitas, laporkan ke pihak berwenang, dan jangan membagikan data pribadi maupun melakukan transfer uang.***
Editor : Andreas














