Ayah Korban Minta Pemilik Anjing Pemburu Diproses Hukum

0
Ayah korban, Solahudin saat memberikan keterangan di mapolsek Jasinga, Minggu 7/06/2026) Malam. Foto : Andres / Narasitoday.com

NARASITODAY.COM, BOGOR – Duka mendalam menyelimuti keluarga bocah laki-laki berusia 9 tahun yang meninggal dunia usai diduga diserang sekelompok anjing pemburu di area persawahan Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Minggu (7/6/2026).

Ayah korban, Solahudin, mengungkapkan kronologi saat dirinya pertama kali mendapat kabar mengenai peristiwa tragis yang menimpa anaknya tersebut.

“Saya awalnya mendapatkan kabar dari warga kampung sebelah bahwa anak saya menjadi korban. Terus saya langsung ke TKP untuk memastikan. Pas saya lihat wajahnya, baru saya percaya anak saya menjadi korban digigit anjing hingga meninggal dunia,” ujar Solahudin di kantor Mapolsek Jasinga Minggu malam.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan keterangan teman korban, saat kejadian korban tengah bermain dan hendak memancing di sekitar saluran irigasi bersama rekannya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UIKA Ajak Ibu-ibu PKK Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

“Kalau kata teman-temannya lagi main mau mancing, kan ada irigasi di situ,” katanya.

Korban diduga dikejar anjing pemburu hingga terjatuh ke area persawahan sebelum akhirnya diserang.

“Korban dikejar sama anjing itu sampai dia jatuh di sawah,” ungkapnya.

Ia menyebut lokasi tersebut memang kerap menjadi tempat bermain anaknya. Sementara aktivitas perburuan babi hutan dengan menggunakan anjing disebut rutin dilakukan setiap hari Minggu di kawasan tersebut.

“Korban memang sering main di situ. Anjing pemburu itu memang setiap hari Minggu suka ada di sana, tapi pas kejadian tidak tahu kalau anjing-anjing ke wilayah itu,” ujarenya.

Dalam kejadian itu, teman korban berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga sekitar. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.

Baca Juga :  Lula Lahfah Meninggal Dunia, Polisi Ungkap Kronologi Penemuan

Solahudin berharap para pemilik anjing pemburu bertanggung jawab dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya minta pemilik anjing pemburu ini diproses hukum se adil-adilnua kita serahkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Ia juga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar almarhum anaknya dapat tenang.

“Inginnya cepat selesai saja masalah ini, agar almarhum tenang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sipak, Firdaus, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan korban ditemukan di area persawahan dekat saluran irigasi dalam kondisi penuh luka.

“Korban ditemukan di area persawahan dekat sungai irigasi, kondisinya sudah penuh luka,” ujar Firdaus.

Menurutnya, korban merupakan warga Kampung Tipar, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg. Saat kejadian, korban tengah bermain bersama temannya menyusuri aliran sungai.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Seremonial, KNPI Jasinga Pilih Nyemplung ke Sawah

Firdaus menjelaskan korban diduga diserang sekitar empat ekor anjing pemburu. Warga yang melihat kejadian sempat berusaha mengusir anjing-anjing tersebut, namun tidak berhasil sehingga meminta bantuan warga lain.

“Korban diserang sekitar empat ekor anjing. Warga yang melihat kejadian tidak bisa mengusir anjing-anjing tersebut sehingga meminta bantuan warga lainnya,” jelasnya.

Anjing-anjing tersebut diketahui dibawa oleh rombongan pemburu babi hutan yang datang menggunakan sekitar 20 kendaraan.

Jumlah pemburu diperkirakan mencapai 50 orang dengan puluhan anjing pemburu.

“Mereka sekitar 50 orang, anjingnya banyak, bahkan masih ada yang berkeliaran. Warga pun masih resah,” kata Firdaus.

Saat ini, sekitar 50 orang pemburu telah diamankan di Polsek Jasinga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Wartawan : Andreas